Padang HARAMKAN Alfamart dan Indomaret!
Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatra Barat terus
berupaya meningkatkan kemajuan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)
dan UKM di daerahnya. Komitmen itu yang membuat Padang masih enggan
membuka pintu bagi waralaba seperti, Alfamart dan Indomaret. Kendati
kedua gerai itu belum pernah mengajukan izin pada Pemkot Padang.
![]() |
| Padang Haramkan Alfamart dan Indomaret |
Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah
berujar, alasan tertutupnya pintu bagi kedua minimarket itu berkaitan
dengan ekonomi daerah tersebut. “Kita lihat mereka, kan uang daerah
investasi bersama. Kedua produk-produknya berasal dari luar Kota Padang,
jadi barang kita mau di ke manakan,” kata dia kepada Republika.co.id,
Senin (8/8).
Pemkota Padang, ia berujar, mensyaratkan
sejumlah hal apabila kedua gerai itu ingin masuk ke daerahnya. Salah
satunya, yakni, siap mengambil produk pelaku UKM dan UMKM di Kota
Padang. Syarat tersebut, dikarenakan adanya 80 ribu UKM dan UMKM di Kota
Padang.
Selama ini, Mahyeldi menjelaskan, Pemkot
Padang mengakomodir produk UKM dan UMKM dalam lembaga atau toko berbasis
koperasi. Dalam sejarahnya, menurut dia, koperasi tidak pernah
terganggu krisis ekonomi serta selalu berpihak pada anggotanya.”(Usaha
retail berbasis koperasi) iya. Dengan koperasi itu, kita bisa
meningkatkan kesejahteraan warga, dan umkm bisa bersinergi,” ujarnya.
Mahyeldi membandingkan, konsep koperasi
bakal lebih menguntungkan bagi daerah. Ia menjabarkan, uang yang
dihasilkan gerai Alfamart dan Indomart akan dibawa keluar Kota Padang.
Itu berarti, memiskinkan daerahnya. Seharusnya, yang harus dipikirkan,
yakni bagaimana membawa uang dari pusat ke daerah.”Sehingga kantong
rakyat berisi,” imbuhnya.
Mahyeldi menyebut, konsennya Pemkot
Padang pada konten-konten lokal, sesuai dengan arahan Presiden Joko
Widodo (Jokowi). Sehingga, ia menuturkan, apabila kedua gerai itu siap
mengambil produk UKM dan UMKM setempat, Pemkot Padang bakal
mempertimbangkan waralaba tersebut.
“Kita buat koperasi itu untuk
meningkatkan daya saing dan tawar produk kita. Kalau dikelola koperasi
bisa tembus pasar lebih luas, bisa tingkatkan kualitas produk,” ujar
dia. [AW/ROL]

Leave a Comment